Ketua Kadin Sumbar: Harga Gambir Dimonopoli, Pemerintah Harus Segerakan Resi Gudang

Gambir
Gambir (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ketua Kamar Dagang dan Industri Sumatera Barat ( Kadin Sumbar ) Ramal Saleh menyatakan harga gambir saat ini dimonopoli, sehingga harga cendrung turun dan sulit untuk naik.

"Harga dimonopoli," katanya saat saat Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan silatuahim dengan Calon Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid di Padang, Kamis malam, 22 April 2021 lalu.

baca juga: Gubernur Sumbar Buka Alek Nagari Khatam Alquran di Agam

Menurutnya, resi gudang salah satu solusi agar harga tidak dipermainkan dan petani merasakan manfaat dari komiditi tersebut. Disampaikannya resi gudang sudah ada aturannya untuk itu pemerintah provinsi harus segera merealisasikannya.

Dijelaskan Ramal Saleh, resi gudang ada gudang penyimpanan gambir yang terkelola dan memiliki sistem. Pengelola resi gudang bisa membeli gambir petani saat harga turun.

baca juga: Mahyeldi Minta Muzakki Bayarkan Zakat Kepada Orang Dekat dari Tempat Tinggal

"Resi gudang untuk menstabilkan harga agar tidak dimonopoli. Sehingga harus ditingkat petani aman, selama ini kan harga sekehendak hati penampung saja," ujarnya.

Katanya, resi gudang sudah lama direncanakan provinsi, namun belum ada realisasinya. Sehingga sampai saat ini harga gambir petani dihargai sangat murah.

baca juga: Wagub Sumbar Akhiri Safari Ramadan di Pesisir Selatan

Salah seorang petani gambir di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan Megi mengatakan, harga gambir saat ini Rp 20 ribu. Harga sempat naik beberapa waktu lalu namun kembali turun secara tiba-tiba.

"Kebutuhan sering turun ketimbang naik, kami tanya pengepul kenapa turun, jawab mereka gudang India penuh dan ada yang mencampur gambir," kata Megi.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Petugas Perbatasan Tegas Cegat Pemudik

Editor: Joni Abdul Kasir