Nissan Tutup Pabrik Mobil di Indonesia, Rizal Ramli: Kok Malah Kabur?

Rizal Ramli, ekonom senior
Rizal Ramli, ekonom senior (Net)

KLIKPOSITIF - Rizal Ramli , ekonom senior, mempertanyakan keampuhan Undang-Undang Cipta Kerja, yang diklaim pemerintah maupun DPR mampu menarik investor untuk menanam duit di Indonesia.

Sebab, kata dia, perusahaan produsen mobil justru kabur dari Indonesia, memilih menutup pabriknya di RI.

baca juga: Turun Cukup Drastis, Emas Batangan Dijual Rp 961 Ribu Per Gram

Hal itu disampaikan oleh Rizal melalui akun Twitter miliknya @ramlirizal.

Eks Menko Kemaritiman itu mengunggah sebuah tautan artikel pemberitaan yang melaporkan produsen mobil menutup pabriknya di Indonesia dan beralih ke Thailand.

baca juga: Pemerintah Seleksi 1 Juta Guru PPPK, Gunakan Lima Terobosan

"Lho bukannya UU Omni bakal membuat industro manufaktur Indonesia lebih menarik? Lho kok kepiye, malah kabur?" kata Rizal seperti dikutip Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Senin (26/10/2020).

Rizal Ramli mengakui curiga atas adanya perusahaan asing yang menarik investasi di Indonesia.

baca juga: Pemilih Belum Rekam E-KTP? Bawaslu Sarankan KPU Koordinasi dengan Dukcapil

Ia menduga, pemerintah 'salah mendiagnosis' dan 'salah memberikan obat' untuk mengatasi permasalahan di Indonesia.

"Jangan-jangan salah diagnosis dan salah obat?" ungkap Rizal Ramli .

baca juga: RSD Wisma Atlet Kini Rawat 3.365 Pasien Corona

Perusahaan produsen mobil Nissan Motor Co, Ltd. mengumumkan penutupan pabrik mobilnya di Indonesia pada Mei 2020.

Dengan penutupan pabrik di Indonesia, Nissan fokus mengembangkan bisnisnya di pabrik Thailand sebaagai basis produksi tunggal untuk pasar ASEAN.

Belum lama ini, Nissan merekrut 2.000 orang Thailand untuk bekerja di fasilitas pabrik yang berlokasi di Samut Prakan, Thailand.

Nissan menyebut mengalami peningkatan permintaan Nissan Navara dan Nissan Kicks e-Power, sehingga menambah karyawan baru nyaris 50 persen dari total karyawan yang dimiliki Nissan di Thailand.

Editor: Eko Fajri