BI Sebut SPH Jadi Rumah Sakit Pertama Pengguna QRIS di Sumbar

Peresmian QRIS Semen Padang Hospital
Peresmian QRIS Semen Padang Hospital (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, resmikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Semen Padang Hospital ( SPH ). Diketahui SPH merupakan pertama di Sumatera Barat yang menggunakan QRIS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Wahyu Purnama A mengatakan, kedepannya, BI berharap rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya juga dapat menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi pembayaran.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Meningkat, Semen Padang Hospital Tambah 23 Tempat Tidur

Menurutnya, penggunaan QR Code sebagai instrumen pembayaran berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin luasnya penggunaan uang elektronik dan dompet digital seperti LinkAja, Go-Pay, OVO, dan DANA. QRIS mengusung semangat UNGGUL yang mengandung makna Universal, Gampang, Untung, dan Langsung dan Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Handal).

Harapannya, transaksi dengan QRIS dapat menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

baca juga: Semen Padang Adakan Webinar Cegah COVID-19 untuk Istri Karyawan

Tren digitalisasi mengubah perilaku transaksi masyarakat menuju cara-cara yang mendukung mobilitas, kecepatan, keamanan, dan fleksibilitas (open and omni-platform, terbuka dan saling terintegrasi). Apalagi di tengah pandemi COVID-19, integrasi ekonomi dan keuangan digital, terutama peran digital payment, semakin penting dan diperlukan.

COVID-19 telah menyebabkan pergeseran interaksi antar manusia dengan berkurangnya intensitas kontak fisik dan tatap muka, termasuk dalam bertransaksi. Adanya risiko penyebaran virus dan penyakit dalam bertransaksi membuat WHO turut menyarankan penggunaan mekanisme pembayaran contactless dan mobile.

baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19, SPH Tambah Tempat Tidur

"Bank Indonesia bersama pemerintah, menyiapkan "new life style" dengan memperluas pola transaksi pembayaran ke depan yang serba digital, contactless, dan tentunya lebih aman. QRIS hadir sebagai inovasi sistem pembayaran nasional," katanya di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan BI Sumbar, Rabu (24/6/2020).

Wahyu menambahkan, pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik sesuai protokol physical distancing. Pelanggan cukup scan menggunakan ponselnya dan kasir cukup memantau status transaksi dari aplikasi.

baca juga: Banyak Merawat Pasien Covid-19, Begini Kondisi di SPH

Sementara untuk fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), pedagang/merchant dengan mudah dapat mendistribusikan QRIS miliknya via aplikasi messaging dan konsumen/pelanggan dapat dengan mudah melakukan scan langsung QRIS yang diterima melalui galeri foto/gambar di ponsel.

Di masa pandemi COVID-19 menuju "new life style", BI fokus melakukan perluasan QRIS secara tematik pada perdagangan ritel seperti UMKM, pasar, toko/warung penyedia bahan kebutuhan pokok, serta e-commerce ( bajojo.id ), sosial keagamaan seperti donasi panti asuhan, rumah ibadah (Masjid Raya Sumbar), penerimaan zakat, infaq, dan sodaqoh (ZIS), serta bidang kesehatan seperti rumah sakit, klinik, praktik dokter, dan apotek, didukung oleh inovasi pendaftaran QRIS secara online, sosialisasi virtual, dan perluasan fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM).

Sekitar 3,5 juta merchants telah menggunakan QRIS di seluruh Indonesia, dimana 87%-nya merupakan pelaku UMKM. Tren merchant QRIS pada usaha kecil, sosial keagamaan, dan bidang kesehatan semakin meningkat. Total merchants QRIS Kesehatan di Indonesia berjumlah 49.658 merchants (posisi 8 Mei 2020).

"Sementara di Sumbar sendiri, jumlah merchants QRIS telah mencapai 35.097 merchants (posisi 29 Mei 2020).
Kami memandang perlu mendorong penggunaan QRIS untuk mempermudah cara bertransaksi bagi masyarakat, khususnya di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Banyak manfaat QRIS untuk semua," ujarnya.

Bagi Pemerintah/Pemda: mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, terdatanya UMKM beserta transaksinya, membantu formulasi kebijakan, serta mendukung elektronifikasi transaksi Pemda, termasuk sebagai akses rekening pendapatan daerah seperti pembayaran pajak daerah, retribusi parkir, dan pasar, dsb.

Bagi Masyarakat: sebagai alternatif pembayaran kekinian, pengeluaran tercatat, aman, cepat, nyaman, dan efisien. Bagi Merchants/ Pelaku Usaha: penjualan berpotensi meningkat, mengurangi biaya pengelolaan kas, terhindar dari uang palsu dan tidak perlu menyediakan uang kembalian, transaksi tercatat otomatis dan langsung masuk ke rekening.

Bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP): sesuai tren digital retail payment, market baru untuk menawarkan produk finansial lainnya, data transaksi untuk credit profile dan penawaran pembiayaan ke merchant, serta menjaga loyalitas nasabah.

Acara peresmian tersebut, dihadiri Direksi Semen Padang Hospital , Direksi Bank Nagari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, serta 16 perwakilan Rumah Sakit di Kota Padang.

Editor: Muhammad Haikal