OJK Sumbar 'Warning' Masyarakat yang Ingin Lakukan Pinjaman Online

Kepala OJK Sumbar Darwisman
Kepala OJK Sumbar Darwisman (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Sepanjang 2019, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Sumbar menerima empat pengaduan dari masyarakat, terkait adanya dugaan pelanggaran penagihan oleh jasa pinjaman online atau fintech lending .

Namun pengaduan yang diterima OJK tersebut hanya bersifat konsultasi, tidak berupa pengaduan tertulis yang memuat kronologis atau deskripsi pengaduan.

baca juga: Audy Joinaldy Peduli Terus Bergerak Bantu Penanganan Covid-19

Kepala OJK Sumbar Darwisman berharap kepada masyarakat yang akan melakukan pinjaman online untuk berhati-hati serta rajin melihat status perusahaan peminjaman di OJK , karena tidak semua perusahaan fintech landing itu resmi. OJK sangat tidak merekomendasikan masyarakat untuk melakukan peminjaman online kepada fintech illegal.

"Dari data OJK per 30 Oktober 2019, ada 144 perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK . Namun dari jumlah 114 itu, hanya 13 perusahaan fintech lending yang mengantongi izin OJK ," ujar Darwisman saat pelatihan dan gathering media di Hotel Novotel Bukittinggi, Kamis 5 Desember 2019.

baca juga: Pemko Pariaman Bangun 1.000 Septic Tank untuk Warga

Ia melanjutkan, 13 perusahaan fintech lending yang berizin itu adalah Danamas, Investree, Amartha, Dompet Kilat, KIMO, Tokomodal, Uang Teman, Modalku, KTA Kilat, Kredit Pintar, Maucash, Finmas, serta KlikACC. (OJK -per-30-Oktober-2019/Penyelenggara%20Fintech%20Terdaftar%20dan%20Berizin%20di%20OJK%20per%2030%20Oktober%202019.pdf.pdf">klik di sini untuk melihatnya lebih rinci )

Menurut Darwisman, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi, ingin bertanya atau mengadu, bisa menghubungi call center 157, atau melalui email di konsumen@ojk.go.id  atau juga melalui fax OJK pusat di nomor +62(21)386-6032. Sementara untuk di Sumbar bisa melalui fax ke nomor (0751) 892299.

baca juga: Polresta Padang Siapkan Sel Khusus Untuk Pelanggar Perda AKB

Selain itu masyarakat yang ingin membuat pengaduan secara online juga bisa mengunjungi OJK di laman sikapiuangmu.ojk.go.id atau bisa juga langsung berkirim surat ke Kantor OJK Sumbar Jalan Khatib Sulaiman Nomor 68 Padang.

Namun Darwisman menegaskan, OJK hanya akan menindaklanjuti pengaduan terhadap fintech yang sudah mengantongi izin OJK , sementara yang tidak berizin atau illegal akan diteruskan kepada Satgas Waspada Investasi (SWI).

baca juga: Ada Sanksi Kurungan, Ini Pesan Kapolres Pessel Soal Penerapan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru

"Yang tidak berizin itu larinya ke pidana dan akan ditangani SWI yang di dalamnya ada anggota OJK , personel polri, dinas terkait, serta kementerian terkait," jelas Darwisman. 

Darwisman mengatakan, dari 2018 hingga November 2019, SWI telah menghentikan 1.898 fintech illegal. Bahkan untuk selama satu bulan saja pada November 2019, SWI menghentikan 182 fintech illegal. (klik di sini untuk melihat daftarnya ). (*)

Penulis: Iwan R