Buntut Bom Bunuh Diri Medan, Polisi Akan Tertibkan Penjualan Jaket Ojol

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Teroris bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution di kompleks Mapolrestabes Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/11/2019) kemarin menggunakan jaket ojek online untuk memuluskan aksinya. Oleh karena itu, Polri akan segera menertibkan penjualan jaket ojol ilegal.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan polisi akan segera berkomunikasi dengan dua operator ojek online di Indonesia yakni Grab dan Gojek.

baca juga: Ini 8 Tragedi yang Pernah Tercatat di Kalibata City

BACA JUGA:  Pelaku Bom di Polrestabes Medan Pakai Jaket Ojol, Kemenhub Akan Koordinasi Pihak Aplikator

Polisi meminta mereka memastikan seluruh jaket yang tersebar memang benar-benar milik mitra driver yang terdaftar dan bisa dipertanggungjawabkan.

baca juga: Sertifikat Halal, Sri Mulyani Minta Jangan Bebani Industri

BACA JUGA:  Tahun Depan, Pemerintah Turunkan Kembali Suku Bunga KUR Jadi 6 Persen Per tahun

"Pokoknya kita mendorong dari pihak penyedia itu dulu, yang harus betul-betul mengecek anggota-anggota yang tergabung di dalam ojek online tersebut. Kemudian tentunya juga melakukan pemantauan agar menggunakan atribut-atribut ojol itu dengan berhati-hati," kata Dedi Prasetyo di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

baca juga: Wisma Atlet Mulai Penuh Pasien COVID-19, Tower 4 Berkapasitas 1.546 Tempat Tidur Dibuka

Untuk diketahui, sebuah ledakan diduga bom baru saja meledak di Mapolresta Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.40 WIB. Ledakan itu diduga kuat merupakan bom bunuh diri.

BACA JUGA:  Polisi Ciduk Empat Terduga Teroris di Banten

baca juga: Catat Rekor Penambahan 4.176 Kasus, Indonesia Sudah Catat 248.852 Orang Positif COVID-19

Akibat dari ledakan bom tersebut, 6 orang mengalami luka akibat ledakan. Enam orang tersebut terdiri dari 4 anggota Polri kemudian satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu masyarakat.

Selain menelan korban luka, ledakan bom itu juga merusak 4 kendaraan di mana 3 kendaraan milik dinas dan satu kendaraan milik pribadi. (*)

Sumber: Suara.com

Penulis: Eko Fajri