Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Investasi PMDN Pesisir Selatan Tahun 2018

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PESISIR SELATAN , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat mencatat, nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp500 miliar pada tahun 2018.

Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Pesisir Selatan , Yudi Ichsan mengatakan, nilai investasi PMDN merupakan terbesar dibandingkan penanaman modal asing (PMA) yang hanya Rp400 miliar.

baca juga: Ditegur Soal Pelanggaran Protokol Kesehatan, BNI Painan Lakukan Ini

"Tahun 2018, yang terbesar adalah PMDN, mencapai Rp500 miliar, dan PMA sebesar Rp400 miliar dari Rp900 miliar nilai realisasi investasi yang tercatat," katanya pada KLIKPOSITIF .

Dia menjelaskan, sepanjang tahun 2018, pencapaian PMDN disumbang dari perusahaan sawit , properti, telekomunikasi serta sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) yang rata-rata mencapai ratusan juta rupiah.

baca juga: Hari Ini Pessel Tak Ada Penambahan Pasien COVID-19 Baru, Pasien Sembuh Bertambah 14 Orang

"Yang paling besar adalah kelapa sawit , mencapai tiga unit, dengan nilai Rp150 miliar minimal, dan ditambah dari properti, telekomunikasi dan EBTKE Rp362 miliar yang saat sudah mulai bergerak," jelasnya.

Menurut dia, perkembangan investasi di Pesisir Selatan cukup baik. Meski, beberapa faktor masih menjadi kendala, seperti lambanya percepatan pembangunan yang dilakukan oleh investor.

baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, BNI Cabang Painan Ditegur Satgas Covid 19 Pessel

"Percepatan pembangunan itu kendalanya dari investor sendiri. Karena mereka tidak bisa menyelesaikan secara tepat waktu. Tapi dari 19 kabupaten/kota lain, nilai realisasi investasi Pessel cukup memuaskan," tutupnya.

Sementara itu, terkait realisasi investasi Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat, sepanjang tahun 2018 hanya mencapai 85 persen dari target yang ditetapkan.

baca juga: Peduli Terhadap Penanganan COVID-19, Bank Nagari Cabang Tapan Swab Seluruh Pegawainya

Menurut Yudi Ichsan mengungkapkan, tidak tercapainya target investasi itu disebabkan tiga faktor.

Faktor diantaranya, yang pertama terkendala persoalan modal investor. Kedua, masalah teknik lapangan yang tidak sesuai dengan pemetaan awal yang disusun investor, dan regulasi yang berubah-ubah.

"Kendati demikian, realisasi di periode 2018 jauh lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya yang hanya Rp169 miliar," pungkasnya kemudian.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa