Industri Apa Saja yang Dapatkan Pengurangan Pajak?

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan baru soal pengurangan pajak penghasilan terkait kegiatan investasi pada industri pionir.

Aturan tersebut masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 150/PMK.010/2018 tentang pemberian fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan pada 26 November 2018.

baca juga: Turun Cukup Drastis, Emas Batangan Dijual Rp 961 Ribu Per Gram

Penerbitan aturan baru tersebut dilakukan untuk lebih meningkatkan kegiatan investasi langsung pada industri pionir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan untuk penyelarasan dengan ketentuan yang terkait dengan penzinan berusaha.

Dalam PMK ini disebutkan, Wajib Pajak (WP) badan yang melakukan penanaman modal baru pada industri pionir dapat memperoleh pengurangan pajak penghasilan badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari kegiatan usaha utama yang dilakukan.

baca juga: Industri Otomotif Jerman Dapat Suntikan Dana Puluhan Triliun dari Pemerintah

Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh wajib pajak adalah merupakan industri pionir yang berstatus sebagai badan hukum Indonesia, merupakan penanaman modal baru yang belum diterbitkan keputusan mengenai pemberian atau pemberitahuan mengenai penolakan pengurangan pajak penghasilan badan.

Kemudian mempunyai nilai rencana penanaman modal baru minimal sebesar Rp100 miliar, dan memenuhi ketentuan besaran perbandingan antara utang dan modal.

baca juga: Emas Batangan Masih Stabil di Bawah Rp 1 Juta

Terkait industri pionir yang dimaksud aturan baru tersebut mencakup:

1. Industri logam dasar hulu
2. Besi baja atau bukan besi baja, tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi, industri pemurnian atau pengilangan minyak dan gas bumi tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
3. Industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam atau batubara tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi.
4. Industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, perkebunan, atau kehutanan tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
5. Industri kimia dasar anorganik tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi.
6. Industri bahan baku utama farmasi tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
7. Industri pembuatan peralatan iradiasi, elektromedikal, atau elektroterapi
8. Industri pembuatan komponen utama peralatan elektronika atau telematika, seperti semiconductor wafer, backlight untuk Liquid Crystal Disp!ay (LCD), electrical driver, atau display
9. Industri pembuatan mesin dan komronen utama mesin; dan lain-lain.(*)

baca juga: GPX Drone, Pemain Baru di Segmen Skuter Matik Bermesin Besar

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa