Dorong Investasi Digital, BKPM Sederhanakan Dua Aturan

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) Thomas Trikasih Lembong berencana menyederhanakan dua aturan investasi di sektor digital untuk memacu roda perekonomian Indonesia.

Pasalnya, menurut Lembong, penyederhanaan tersebut dilakukan karena investasi di sektor digital menjadi salah satu penyelamat investasi Indonesia sejak 2014.

baca juga: Ini Daftar Harga Jual Emas Batangan Hari Ini

"Mungkin sudah mencapai 15 sampai 20 persen dari total investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI)," katanya.

Adapun dua aturan itu yakni, pertama adalah menggandeng Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk memperlonggar aturan yang memungkinkan perusahaan digital mencantumkan alamat co-working spaces sebagai kantornya.

baca juga: Setelah Alami Penurunan Beruntun, Harga Emas Batangan Kembali Naik

Apalagi, sebut dia, saat ini bekerja di co-working spaces tengah menjadi tren. "Aturan ini harus segera diselesaikan karena sudah tidak relevan lagi," ujarnya.

Kedua, lanjut Lembong, memperlonggar ketentuan masuknya tenaga kerja asing, khususnya di bisnis digital . Pasalnya, Indonesia sampai saat ini masih kekurangan tenaga kerja terampil dan ahli di bidang ini.

baca juga: Energi Panas Bumi di Sumbar Menunggu Sentuhan Investor

Lalu, setelah berdiskusi dengan para pimpinan Unicorn Indonesia, ia mendapat masukan untuk membawa mentor dari India dan Australia guna melatih Sumber Daya Manusia (SDM) nasional.

"Saya bilang, saya perketat asal prosedurnya disederhanakan dan dipercepat. Yang penting buat saya, investor jangan diputar-putar sampai seminggu, sebulan, yang berujung pada pungutan liar," ucap Thomas kemudian.(*)

baca juga: Harga Emas Turun Lagi, Dekati Rp1 Juta Per Gram

Sumber: Suara.com

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa