Pemerintah Sediakan Pembiayaan UMI untuk Usaha yang Tidak Dapat KUR

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah menyediakan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) untuk usaha mikro yang belum bisa difasilitasi oleh perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program yang dibesut oleh Kementerian Keuangan itu akan memberikan pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah pengusaha.

baca juga: Begini Gambaran UMKM di Pariaman Semenjak 2018 Hingga Pandemi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan program ini diharapkan bisa memajukan lebih dari 44 juta usaha atau sekitar 7,21% dari usaha jumlah Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ) secara nasional.

"Bagaimana kita bisa menyalurkan dana kepada para pelaku usaha, ke pengusaha kecil. Semoga seluruh usaha-usaha ultra mikro ini tetap bisa berjalan dengan baik dan ekonomi masyarakat betul-betul bisa terbantu oleh upaya ini," katanya.

baca juga: Bertahan di Tengah Pandemi, Mimi Batik Kota Solok Sasar Pasar Digital

Menurut dia pembiayaan UMi bukan merupakan bantuan sosial atau subsidi, melainkan dana bergulir.

"Ada tiga hal yang membedakan pembiayaan UMi dengan program lain, termasuk Kredit Usaha Tani (KUT)," ucapnya.

baca juga: Gubernur Sumbar Minta Pelaku UMKM Beradaptasi Dengan COVID-19

Tiga hal tersebut adalah pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) agar transaksi tepat sasaran, adanya program pendampingan untuk keberlangsungan usaha para debitur, dan kemudahan pemberian kredit untuk kecepatan pemberian pembiayaan.

Untuk mewujudkan program tersebut pemerintah telah menunjuk Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai koordinator penghimpun dan penyalur dana (coordinated fund) kepada usaha produktif melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

baca juga: ASEAN Online Sale Day 2020: Saatnya Membangkitkan UMKM Indonesia di Pasar ASEAN

Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan tumpang tindih antara program pemerintah seperti program Kementerian Sosial yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan e-Warong.

Program ini menyasar kelompok masyarakat miskin yang telah terbina untuk membentuk koperasi.

Seluruh proses transaksi pada e-Warong dapat disinergikan dengan SIKP sehingga debitur KUBE otomatis tercatat kinerjanya untuk mendapatkan pembiayaan UMi.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa