Pola Belanja Berubah Bikin Bisnis Ritel Mati Gaya

Ritel 7-Eleven, Salah Satu Korban Perubahan Pola Konsumsi di Era Milenial
Ritel 7-Eleven, Salah Satu Korban Perubahan Pola Konsumsi di Era Milenial (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) Thomas Lembong mengaku saat ini pola gaya konsumsi masyarakat sedang mengalami perubahan yang cukup besar. Hal itu mengancam keberlangsungan bisnis ritel .

Ia mengatakan perubahan pola konsumsi itu berhasil menggulingkan bisnis ritel di Amerika Serikat, Eropa, Asia dan hampir seluruh dunia.

baca juga: Harga Emas Masih Kokoh di Atas Rp1 Juta Per Gram

"Sekarang bisnis ritel jadi amburadul, mati gaya dan dalam proses transformasi traumatis," katanya.

Menurutnya saat ini ada pergesaran konsumsi dari offline ke online, meski fenomena maraknya penutupan toko ritel tidak bisa dilihat dari satu sisi saja dan porsi online masih kecil sekali, "Tapi dampaknya bisa berkali lipat," ujar Thomas.

baca juga: GMC Bakal Rilis Hummer Listrik Berkemampuan Unik

Ia menilai saat ini masyarakat sudah tidak lagi terobsesi dengan barang mewah atau bermerek tapi lebih suka pergi ke suatu tempat hanya untuk diunggah ke media sosial.

Hal seperti itu juga terjadi di sektor telekomunikasi di mana kita orang lebih suka melakukan petualangan di dunia maya.

baca juga: Mengenal Apa Itu Limit Pinjaman Online dan Fungsinya

"Hal itu sudah menjadi ciri khasnya orang milenialis, seperti yang disampaikan Presiden, yang bikin orang bergengsi itu ya selfie dan wefie di tempat wisata yang dahsyat," tutur Tom.

Seperti yang diketahui, jumlah toko ritel tahun ini melakukan aksi tutup gerai, bahkan sampai gulung tikar. Sebut saja 7-11 Eleven, Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Lotus Department Store di kawasan Thamrin dan toko ritel Debenhams di seluruh Indonesia.

baca juga: Harga Emas Dunia Kembali Melesat Terpicu Kebijakan Moneter

Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan fenomena tersebut sebagai hal yang normal dalam bisnis . Ia mengatakan tumbangnya sejumlah toko ritel terjadi bukan karena penurunan daya beli, namun karena pelanggan atau pembeli yang mulai berkurang.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa