Indonesia Penghasil Kopi Ke Tiga di Dunia, Daya Saing IKM Harus Ditingkatkan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peluncuran Pembinaan dan Pengembangan IKM Kopi di Jakarta, Senin (10/7)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peluncuran Pembinaan dan Pengembangan IKM Kopi di Jakarta, Senin (10/7) (Ist)

KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk pada sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan dalam upaya mencapai sasaran tersebut, yakni memfasilitasi pemberian peralatan produksi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

baca juga: Naik Lagi, Harga Emas Konsisten di Atas Rp1 Juta Per Gram

“Kami berharap, program ini memberikan kontribusi signifikan untuk mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi skala IKM,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peluncuran Pembinaan dan Pengembangan IKM Kopi di Jakarta, Senin (10/7).

Menperin yang didampingi Dirjen IKM Gati Wibawaningsih serta Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu, dan Furniture Sudarto menyerahkan secara simbolis peralatan pengolahan kopi buatan dalam negeri kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM , Perindustrian Kabupaten Tanggamus, Lampung, Herry Heryadi.

baca juga: Ingin Jadi Polisi, Pemain Muda Bali United Ini Pilih 'Pensiun'

“Alat pengolahan kopi yang diberikan ini agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk IKM guna memajukan industri kopi nasional ,” tutur Airlangga.

Peralatan tersebut, antara lain mesin roaster, thermo digital, mesin giling biji kopi , timbangan digital, coffee drip, coffee filter dan kettle drip.

baca juga: Tak Mampu Beli Hp, Siswa Ini Pilih Masuk Sekolah saat Pandemi COVID-19

Menperin menegaskan, industri pengolahan kopi nasional seharusnya dapat unggul di pasar global karena Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton pertahun atau 8,9 persen dari produksi kopi dunia.

“Kita juga memiliki berbagai jenis kopi specialty yang dikenal di dunia, termasuk kopi luwak dengan rasa dan aroma khas sesuai indikasi geografis yang menjadi keunggulan Indonesia,” ungkapnya.

baca juga: Jokowi Minta Jajarannya Fokus Turunkan Angka Stunting di 10 Provinsi Ini

Kemudian, dengan didorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, kinerja industri pengolahan kopi nasional mengalami peningkatan cukup signifikan. “Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata tujuh persen per tahun,” jelas Airlangga.

Sementara itu, di kancah global ekspor produk kopi olahan nasional pada tahun 2014 mencapai USD 322,6 juta atau meningkat 10,6 persen menjadi USD 356,79 juta pada tahun 2016. Ekspor olahan ini didominasi produk kopi instant, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti Mesir, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filipina dan Singapura. (*)

Penulis: Eko Fajri