Berawal Dari Iseng, Ilkos Putra Sulap Pipa Paralon Jadi Lampu Hias Cantik

"Untuk menyelesaikan satu lampu hias, bisa menghabiskan waktu lebih kurang 4 jam"
Ilkos Putra memamerkan lampu hias buah karyanya. (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Pipa paralon yang biasanya digunakan banyak orang untuk mengalirkan air bisa diolah menjadi barang bernilai seni. Di tangan Ilkos Putra (31) Pipa Paralon disulap menjadi lampu hias cantik.

Tidak sulit menemukan kediaman Ilkos Putra. Kediamannya bisa dibilang tidak begitu jauh dari masjid Agung Al-Muhsinin, Kota Solok - Sumbar, yang hanya berjarak sekitar 50 meter ke arah Pasar Raya,persis berseberangan dengan VVC Futsal.

Siang itu, Bapak dua anak ini terlihat tengah sibuk di toko gudang parfum 'Megazhu' miliknya. Di sudut ruangan, perhatiannya fokus menggerakkan bor mini mengikuti pola desain lampu hias yang sudah dilukisnya di salah satu pipa paralon sepanjang 26 sentimeter.

Seketika, lukisan berbahan pensil di atas kanfas paralon itu mulai jelas. Sesekali ia meniup sisa material yang berterbangan usai dibor. Lampu hias tersebut sudah dipesan oleh salah seorang pembeli.

Di sebuah rak kayu di tokonya, sudah berjejer belasan lampu hias pesanan yang baru diselesaikan. Modelnya unik-unik. Ada model kaligrafi, etnik daerah (Rumah Gadang) hingga karakter kartun. Adapula model minimalis.

"Kalau yang model ini (kaligrafi) lebih sulit, desainnya dibuat dulu melalui komputer dan dipindahkan ke paralon, kalau yang lain cukup mudah," sebut suami dari Mega Afrila.

Diceritakannya, untuk menyelesaikan satu lampu hias, bisa menghabiskan waktu lebih kurang 4 jam. Apalagi, semua proses pembuatannya dari nol dikerjakan sendiri. Prosesnya masih manual.

Finishing-nya juga tergantung kondisi cuaca, soalnya tahap akhir paralon yang sudah selesai di bor akan di cat menggunakan cat minyak. Sehingga tampilannya lebih menarik dan sejuk dipandang mata.

"Rata-rata dalam seminggu bisa siap sekitar 15 hingga 20 unit, ya tergantung dari tingkat kerumitan dan desain yang dipesan oleh pelanggan," terang Alumnus UPI YPTK Padang ini.

Dari satu batang pipa paralon, ia bisa ... Baca halaman selanjutnya