Selama 2018, Investasi di Sumbar Serap Ribuan Tenaga Kerja

"kita ingin investasi ini mesti berdampak ke semua sektor, termasuk kepada penyerapan tenaga kerja lokal kita"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatra Barat (Sumbar), Maswar Dedi mengungkapkan, adanya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang berinvestasi di Sumbar akan berpengaruh kepada penyerapan tenaga kerja.

"Setiap investor yang ingin menanamkan modalnya berinvestasi di Sumbar ini kita anjurkan untuk mengutamakan tenaga kerjanya dari lokal," ujarnya, Kamis, 31 Januari 2019.

Meskipun investor itu berasal dari dalam negeri maupun luar negeri sekalipun. Terpenting tenaga kerja lokal mesti lebih banyak dari pada tenaga kerja asing.

"Sebab, kita ingin investasi ini mesti berdampak ke semua sektor, termasuk kepada penyerapan tenaga kerja lokal kita," katanya.

Disebutkanya, sejak lima tahun terakhir penyerapan tenaga kerja Indonesia di Sumbar dikarenakan investasi untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) saja selalu meningkat setiap tahunnya.

"Pada tahun 2014 saja. Tenaga kerja Indonesia sekitar 1.370 pekerja, 2015 pekerja sekitar 2.039, lalu 2016 sebanyak 2.034 pekerja, pada 2017 ada 2.782 pekerja dan 2018 hingga kondisi sampai triwulan III periode Januari hingga September berada pada angka 1.917 pekerja," katanya.

Sedangkan, pada Penanaman Modal Asing (PMA) penyerapan tenaga lima tahun terakhir bagi tenaga kerja Indonesia, pada 2014 jumlahnya hanya 13 pekerja, lalu 2015 sekitar 4.290 pekerja, pada 2016 sebanyak 1.303 pekerja, serta 2017 ada 404 pekerja. Dan, 2018 hingga kondisi sampai triwulan III periode Januari hingga September berada pada angka 1.249 pekerja.

Selain itu, untuk pekerja asing di Sumbar pada PMDN dari 2014 sekitar 103 pekerja, 2015 hingga 2016 tidak ada pekerja asing, lalu 2017 sekitar 33 pekerja asing, dan 2018 triwulan III periode Januari hingga September berada di angka 3 pekerja.

"Untuk tenaga kerja asing pada PMA, 2014 hanya 2 pekerja, lalu 2015 sekitar 90 pekerja, 56 pekerja ... Baca halaman selanjutnya