Sepanjang 2018, Nilai Transaksi Saham Warga Sumbar Capai Rp6,2 Triliun

"Transaksi tertinggi terjadi pada Januari 2018 mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah lot 22.834.538"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Awal tahun 2019, jumlah investor ber KTP Sumbar sudah menunjukan pergerakan. Meskipun bulan Januari baru berjalan tujuh hari. Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumbar mencatat, sepanjang tahun 2018 kemarin nilai transaksi saham warga Sumbar mencapai Rp6,2 triliun. Transaksi tertinggi terjadi pada Januari 2018 mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah lot 22.834.538.

"Trend investasi tampak kembali menjadi lirikan para investor. Terutama, bagi mereka yang pemula, baru mengenal investasi salah satunya saham. Apalagi, investasi ini dapat menjadi penunjang dimasa akan datang," Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Padang, Early Saputra, Senin, 7 Januari 2019.

Dikatakannya, dari rekap yang dilakukan BEI Padang selama tiga hari, yakni Januari per tanggal 2, 3 dan 4. Investor terjadi penambahan sekitar 57 investor.

"Jadi, ini membuktikan trend investasi akan mengalami peningkatan di 2019, kita lihat dari pergerakannya di awal tahun. Ini aka baru tujuh hari berjalan. Maka, kita lihat kedepan seperti apa," katanya.

Sambung Early, pada tahun 2018 yang lalu dari data rekap jumlah Sistem Informasi Debitur (SID) Sumbar sekitar 13.209. Maka, jumlah itu terdapat kenaikan estimasi total penambahan investor selama 2018 yakni 4.485 SID.

"Jumlah SID ini naik sekitar 51,41 persen dibadingkan tahun lalu. Dan, angka ini tertinggi sejak berlakunya SID pada tahun 2012," terangnya.

Early menyebutkan, walaupun pada 2018 secara umum harga saham banyak yang turun, namun kenaikan laba yang signifikan dari emiten yang tercatat di BEI menjadi daya tarik bagi para investor.

"Ini seperti barang bagus, namun harganya sedang diskon, ketika rupiah melemah 9,9 persen di periode Januari-September 2018, ternyata laba emiten ini secara umum naik 15,9 persen apalagi kalau rupiah menguat, mungkin akan lebih baik lagi kinerja emiten-emiten tersebut," kata Early.

Early menilai, hal ini yang menjadi ... Baca halaman selanjutnya