Pembiayaan Utang Negara Hingga September 2018 Capai Rp304 Triliun

"Realisasi pembiayaan utang mengalami pertumbuhan negatif 21,62 persen"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Realisasi pembiayaan utang telah mencapai Rp304,94 triliun dari Rp399,22 triliun yang ditetapkan pada APBN 2018 atau telah mencapai sebesar 76,38 persen APBN hingga akhir September 2018.

Dikutip dari laporan keuangan yang dirilis oleh Kementerian Keuangan bulan Oktober 2018, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, realisasi pembiayaan utang mengalami pertumbuhan negatif 21,62 persen.

Surat Berharga Negara (SBN) sebagai salah satu sumber pembiayaan yang ditetapkan sebesar Rp414,52 triliun dalam APBN 2018 juga telah terealisasi sebesar Rp308,76 triliun atau 74,49 persen dari target APBN.

Sedangkan sumber pembiayaan lainnya, Pinjaman telah terealisasi sebesar Rp3,82 triliun atau mencapai 24,95 pesen dari target dalam APBN 2018.

Instrumen pembiayaan Pinjaman tersebut terdiri atas pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri.

Untuk pinjaman dalam negeri yang ditetapkan sebesar Rp3,14 triliun sampai dengan akhir September 2018 realisasinya telah mencapai Rp499,90 miliar atau 15,93 persen APBN.

Jumlah itu disertai dengan rincian penarikan pinjaman dalam negeri sebesar Rp1,01 triliun sementara pembayaran cicilan pokok pinjaman dalam negeri sebesar Rp513 miliar.

Pada APBN 2018, pinjaman luar negeri secara neto antara penarikan dan pelunasan ditetapkan sebesar negatif Rp18,44 triliun, dimana pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri ditetapkan sebesar Rp69,79 triliun dan penarikan pinjaman luar negeri diproyeksikan sebesar Rp51,35 triliun.

Dengan demikian, untuk APBN tahun 2018 pembayaran cicilan pinjaman luar negeri lebih banyak dibandingkan dengan penarikannya.

Hingga akhir September 2018 pinjaman luar negeri telah terealisasi sebesar minus Rp4,32 triliun atau sebesar 23,42 persen dari target APBN.

Adapun penarikan pinjaman luar negeri periode ini telah dilakukan sebesar Rp46,15 triliun, sementara pembayaran cicilan pokoknya ... Baca halaman selanjutnya