Harga Minyak Dunia Turun Seiring Meningkatnya Pasokan AS

"sementara peningkatan output di Rusia juga membebani pasar."
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Harga minyak dunia terseret turun karena aktivitas pengeboran minyak AS naik ke level tertinggi sejak Maret 2015, sementara peningkatan output di Rusia juga membebani pasar.

Analis memperkirakan melonjaknya output AS memulai upaya offsetting yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menahan produksi, yang telah ada sejak tahun 2017, dan pada semester pertama tahun ini mendorong harga secara signifikan.

Minyak mentah Brent berjangka LCOc1, patokan internasional untuk harga minyak, berada di $ 76,37 per barel pada 0010 GMT, turun 9 sen, atau 0,1 persen, dari penutupan terakhir mereka. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS, CLc1 turun 12 sen, atau 0,2 persen, pada $ 65,62 per barel.

"Harga dibebani oleh kenaikan lain dalam jumlah pengeboran rig untuk produksi minyak baru di Amerika Serikat, yang merangkak naik satu mencapai tingkat tertinggi sejak Maret 2015 di 862," menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes.

Itu menyiratkan bahwa produksi minyak mentah AS, yang sudah mencapai rekor tertinggi 10,8 juta barel per hari (bpd), juga akan meningkat lebih lanjut. "Pasokan non-OPEC diperkirakan akan meningkat tajam pada 2019 yang dipimpin oleh pertumbuhan serpih AS bersama dengan Rusia, Brasil, Kanada dan Kazakhstan," kata JPMorgan bank AS.

Dilansir dari laman reuters, OPEC bersama dengan beberapa produsen non-OPEC termasuk Rusia mulai menahan output pada 2017 untuk mengakhiri pasokan global yang bergantung dan menaikkan harga. OPEC dan para mitranya akan bertemu pada 22 Juni di markas kartel di Wina, Austria, untuk membahas kebijakan.