Tak Serius Berdiplomasi Ekonomi, Jokowi Tegur Ratusan Dubes

"Saat ini ekonomi negara bergantung pada ekspor dan investas"
Joko Widodo (The Jakarta Post)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo menilai duta besar Indonesia masih kurang serius dalam berdiplomasi ekonomi di negara tugas. Padahal bagi dia, hal itu bisa mendongkrak ekspor dan investasi negara.

Hal itu diungkapkan mantan Walikota Solo itu ketika rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Senin. Ia mengatakan, saat ini ekonomi negara bergantung pada ekspor dan investasi.

"Jadi dubes harus berhadapan pada dua hal ini untuk menjalankan diplomasi ekonomi kita di luar negeri," katanya.

Menurut dia, nilai ekspor negaranya masih kalah jauh dengan Malaysia, Thailand, dan Filipina, padahal Indonesia merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk 20 ekonomi terbesar dunia (G20).

"Negara sebesar Indoensia nilai ekspornya kalah dengan Malaysia, Thailand, Filipina. Bahkan dengan Vietnam hampir separuhnya nilai ekspor kita. Kita itu monoton gak pernah lakukan terobosan," ungkap Jokowi.

Menurutnya, kekalahan Indonesia di sisi ekspor disebabkan karena Indonesia kurang aktif melakukan terobosan diplomasi ekonomi untuk mempromosikan produk dan investor dalam negeri.

Di sisi lain, Indonesia kata Jokowi, juga tidak bisa melulu mengharapkan pasar tradisional di tengah maraknya kebijakan proteksionisme dan ketidakpastian yang muncul di berbagai belahan dunia.

"Sekarang kita masih dipandang sebelah mata, padahal potensi ekonomi kita besar sekali. Jadi harus tinggalkan pola pasar tradisional," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dia mencontohkan Bangladesh, Pakistan, dan kawasan Afrika sebagai negara-negara yang memiliki catatan pertumbuhan ekonomi cukup baik dan potensi pasar besar, tapi nilai perdagangannya dengan Indonesia masih terbilang kecil.

"Bangladesh itu penduduk 160 juta lebih dan pertumbuhan ekonominya sampai 7,2 persen. Pakistan juga penduduknya hampir 210 juta. Belum lagi negara di ... Baca halaman selanjutnya