Tahun Ini, Indonesia Butuh 3,7 Juta Ton Garam Industri

"Angka 3,7 juta ton itu untuk garam industri, bukan garam konsumsi"
Ilustrasi petani garam (Jurnal Asia)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah menetapkan kebutuhan garam untuk industri sebanyak lebih kurang 3,7 juta ton untuk tahun 2018.

Angka tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri petrokimia, pulp dan kertas, farmasi dan kosmetik, aneka pangan, pengasinan ikan, tekstil, penyamakan kulit, pakan ternak, pengeboran minyak, sabun dan detergen, serta industri lainnya.

"Angka 3,7 juta ton itu untuk garam industri, bukan garam konsumsi. Ini perlu dibedakan. Untuk garam konsumsi atau yang kita kenal dengan garam dapur itu, kita sama sekali tidak mengimpor," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Di sisi lain, Darmin mengaku bahwa pihaknya diminta segera memproses ijin impor garam industri yang telah diajukan oleh beberapa industri pengguna garam sebagai bahan baku industri, sesuai dengan data dari Kementerian Perindustrian.

Inipun sejalan dengan hasil rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada 21 Desember 2017 lalu.

"Untuk impor garam industri ini tidak lagi memerlukan rekomendasi setiap kali impor. Itu akan dilakukan oleh Menteri Perdagangan. Tentu saja dengan batasan 3,7 juta ton," terangnya.

Menurut dia, penetapan angka untuk kebutuhan garam industri memang sebaiknya sesuai data Kementerian Perindustrian.

"Kalau persoalannya kebutuhan industri, ya berarti Kementerian Perindustrian. Inipun juga tidak sekaligus. Nanti di perjalanannya pun akan terus kita pantau," papar dia.

Darmin juga kembali mengingatkan bahwa industri adalah motor penggerak roda perekonomian. "Susah kan kalau kemudian mereka mau membuat rencana, tapi barangnya tidak ada," ujar dia.

Selain itu, beberapa hal yang juga penting untuk menjadi perhatian selain data tentang jumlah kebutuhan yang akurat adalah tentang jadwal pemasukan, pengawasan distribusi, dan pengawasan atas penggunaan garam impor.(*)