Penurunan Luas Kebun Berdampak Pada Produksi Teh Indonesia

"Produksi daun teh kering yang dihasilkan oleh PB (Perkebunan Besar) terbesar pada tahun 2015 dan tahun 2016 berasal dari Provinsi Jawa Barat"
Pekerja Menggunting Daun Teh yang akan Diolah di Perkebunan Liki, Solok Selatan (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Indonesia mendata luas Perkebunan Teh terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang dirilis BPS, hal itu berdampak pada penurunan produksi.

Baca Juga: Luas Perkebunan Teh Indonesia Terus Menurun Dalam Tiga Tahun Terakhir

Badan Pusat Statistik mencatat, pada tahun 2014 produksi daun teh kering mencapai 103.513 ton, menurun menjadi 83.142 ton pada tahun 2015 atau terjadi penurunan sebesar 19,68 persen.

Kemudian pada tahun 2016 produksi daun teh kering diperkirakan menurun kembali menjadi 74.793 ton atau menurun sebesar 10,04 persen dari tahun sebelumnya.

Jika dilihat dari produksi terbesar, produksi daun teh kering yang dihasilkan oleh PB (Perkebunan Besar) terbesar pada tahun 2015 dan tahun 2016 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan masing-masing produksi sebesar 50.469 ton (60,70 %) dan 35.670 ton (47,69 %) dari total produksi.

"Untuk Perkebunan Rakyat (PR), produksi daun teh kering dari tahun 2014 sampai 2016 cenderung mengalami penurunan setiap tahun," tulis BPS dalam rilis tersebut.

Produksi daun teh kering pada tahun 2014 sekitar 50.856 ton, pada tahun 2015 menjadi 49.473 ton atau menurun 2,72 persen.

Sedangkan pada tahun 2016 diperkirakan mencapai 49.364 ton atau menurun 0,22 persen dibandingkan dengan tahun 2015.

Menurut produksi terbesar, produksi daun teh kering PR pada tahun 2016 terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Barat yang mencapai 40.575 ton atau sekitar 82,20 persen dari total produksi PR (Perkebunan Rakyat) teh di Indonesia.

Dampak Ekspor

Dampak lain dari menurunnya luas perkebunan teh di Indonesia adalah pada sisi ekspor. Dari tahun 2012 hingga 2013 Total berat ekspor teh mengalami ... Baca halaman selanjutnya